Good Goodbye

its always hard to say goodbye.

its never been easy to wave hands for farewell.

for me, no goodbye is simple. its always complicated. so sometimes i hide the complicated emotion in such grumpy head way. 

i hate goodbye. i never like any of it.

yeah, things come and go. but i think my heart just too wide to store the memories. 

sometimes i remember things that people dont.

i can easily be very nostalgic soon i see something relates to any of my past memories.

Oh my! Bless this high ISFJ inside of me 

I cant stop the goodbye.

So i’ll just be nice instead and i can be remembered as a sweet, kind yet sometimes grumpy girl

Im a loyalist! Trust me!

FYI, i havent changed the ringtone for the incoming call since 2008 when i had my first mobile phone which can use an mp3 file as a ringtone. i change my phone like 3 times and i still have it

Bounce

Do unto others as you wish to be done by.

Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan.

وعامل الناس بما تحب منه دائما

Tapi Allah sudah menciptakan manusia dengan berbagai macam suku dan kelompok, agar saling mengenal, saling memahami, bahkan mungkin ada yang saling mencintai.

Perbedaan sudah menjadi sunnatullah.

Ada yang berhati keras dibalik wajah kalemnya.

Ada yang berhati hello kitty dibalik wajah rock n roll nya.

Ada yang teguh pendirian dibalik sikap letoynya.

Kadang kita menemui kontradiksi, kadang juga menemukan korelasi yang sangat sesuai.

Perbedaan bukan untuk diperdebatkan, dijadikan bahan ejekan, dipermasalahkan.

Bukan pula alasan untuk membangun tembok tinggi atau pagar besi.

Nasihat orang tua untuk berhati-hati memperlakukan orang lain patut ditaati. Seperti bola yang memantul, kita sendiri yang menerima akibat langsung dari perbuatan kita. 

Tapi kadang ada saja yang semena-mena. Memperlakukan dengan sesuka hati.

Bisa jadi keluarga, teman dekat atau bahkan orang asing yang baru ditemui.

Berbuat baik bukan untuk dimanfaatkan, dinjak-injak, diperalat.

Maka, kokohkan prinsip untuk menjaga izzah.

Tapi yakinlah, Allah tidak pernah salah hitung. Allah Maha Tahu.

Tetaplah berbuat baik, 

Jangan bosan jadi orang baik.

“Berbuat buruk cukup sekali, berbuat baik jangan sekali (Trimurti)”

Time Capsule

Another morning routines, take the red KRL route to Bogor for work. But this time me and my friend got a little naughty plan😉

1. Kunjungan Kenegaraan

Awalnya karena dapat info ada open house di istana Bogor dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Bogor ke- 535. Berhubung open house nya cuma dari hari senin sampai jumat, jadilah kita berdua JJP dulu. iya, cuma berdua aja, berkurang dari rencana awal yang mau berlima. 

So, sekitar jam 9 kereta masuk stasiun Bogor. Ribetnya stasiun Bogor sekarang tuh, ga ramah pejalan kaki, manula dan penyandang disabilitas. Gimana engga, untuk keluar stasiun pilihannya cuma 2, jalan kaki dengan rute memutar untuk sampai di Jl. Mayor Oking atau Jl. Dewi Sartika atau naik tangga jembatan penyebrangan yang curam untuk ke Jl. Paledang. Ga ada yang mendingan. Untuk jalan kaki dari keluar pintu kereta sampe depan Lapas aja butuh waktu kurang lebih 3 menit.

Nah setelah mendaki dan menuruni jembatan penyeberangan plus meet up plus titipin bawaan di kantor, kita melenggang kangkung ke istana. Iya, tempatku mengais rejeki mungkin ga sampe 1 km dari istana tempat pakde kerja (kata staf Setneg nya gitu). Pas jalan kaki ke Kantor Walikota Bogor (pendaftarannya di halaman kantor Pak Bima) kita emang lihat macet yang ga biasa, lebih padat dari hari biasa. Ternyata pas sampe kantor pak walkot kita disambut pemandangan yg wow… bapak2, ibu2, rombongan anak sekolah mulai dari level TK sampe SMK pada antri mau masuk. *Fyuh… bakal lama ini dapat gilirannya. 
Bener aja kan, habis dapat tiket n masuk antrian, awalnya petugas bilang yang didahulukan pengunjung pribadi dulu, eh… ga lama habis itu, malah bilang rombongan anak sekolah dulu, kan jadi makin kepanasan kita diluar.

Tapi, mungkin karena kebanyakan nonton film spy, pas lihat rombongan pengunjung individu yang mau nyebrang ke istana, kita langsung gercep, melipir ikut masuk antrian. Mission accomplished, berhasil! Memangkas waktu antrian yang ga bisa diprediksi berapa lama. 

Prosedurnya ga jauh beda sama waktu ke Istana Merdeka except disini ga ada opening tour dari petugas. Juga ga perlu naik bus khusus seperti dari Gedung Setneng ke Istana. Disini cuma lewati metal detektor standar sama ada petugas yang periksa. Oia, kita bawa hape. Sebetulnya ga boleh masuk, tapi habis merayu pak satpam biar beliau mau dititipi hp kita, akhirnya kita bisa menikmati halaman istana yang luuuuaaaassss dan adem.

How the palace look like?

Sejuuukkkk karena banyak pepohonan rindang yang guede guede. Betah deh jalan2nya. Tapi itu ga berlangsung lama, soalnya di halaman banyak patung2 perunggu. Risih, karena semuanya ga pake bajuuuu🙈 patung ciwi ciwi, real size pula. Kan jadi malu sendiri. 

Ada beberapa bangunan sebelum bangunan inti istana itu sendiri. Entah apa aja fungsinya.

Pas di depan istana ada yg pepotoan. Noraknya kambuh, pengen juga mengabadikan kunjungan kenegaraan kali ini. Ikut ngantri tapi pas dikasi tau biayanya, agak shock juga. Mihil…. Iya si, fotonya 5R tapi kan ga 35rb juga bayarnya. 

Istana? 

Kurang berkesan, ga ada guide yang temani tiap rombongan yang masuk komplek.

Ga bisa bener2 masuk istana dengan alasan si pakde skrg ngantornya di Bogor. What???? Pas ke Istana Merdeka kita boleh masuk ko, padahal juga dipake Pak SBY kerja. Sekarang? Ah sudahlah

Staff yang jaga jutek. 

Saya nanya:

Ibu, kenapa kursinya banyak sekali? 

Ruangan mana yang dipake pak pres kerja dan istirahat?

Bu, kursi banyak gini ga mubadzir?

Sama si ibu cuma dijawab “iya karena ruangan skrg pak pres kerja disini. bapak tidurnya disana” (nunjuk ke arah sembarang keknya)

Trus…. pertanyaan terakhir malah dapat jawaban “Yak, sekarang adek bisa langsung ke Museum Balai Kirti”

Okefix, hayati diusir cantik gegara nanyain kursi banyak gitu mubadzir apa engga…
Blas ga ada jawaban2 yang mencerahkan, minimal nilai filosofis tata letak, bentuk atau apa lah.
Oia, pas ngintip ke ruang utama kan ada cermin gedeee banget digantung, pas ditanya ke petugas, dianya malah cuma cengengesan!😪
2. Museum Balai Kirti

Ini dia kapsul waktunya.

Nama resminya Museum Kepresidenan Republik Indonesia aka BALAI KIRTI. Dari brosurnya, balai kirti adalah bahasa sansekerta dari Hall of Fame.

Museum keren. Isinya rangkuman masa pengabdian 6 presiden RI yang udah pensiun.

Ah pokonya keren banget. Liat2 peninggalannya, tanda penghargaan yang diterima. Lencana, tanda bintang, plus benda2 ikonik yang jadi ciri khas masing2.

Masing2 punya ruang display khusus. 

Kita khusyu di ruangan Presiden pertama, kedua, ketiga dan keenam. Betah liatnya. Pengen balik lagi.
Yang paling berkesan di ruang display Pak SBY. 

Begitu masuk ruangannya ada helm biru macam helm Big Boss dengan logo dan tulisan UN (United Nations). Pas dideketin, itu helm waktu beliau jd pasukan UN Peacekeeper. Duh… ko keren.

Di kotak kaca lainnya ada HP Nokia (ga tau model apa, tapi semacam Nokia Communicator) tulisannya bilang HP itu yg dipake Pak SBY utk berinteraksi lsg dgn rakyatnya via layanan SMS 9979 (kayanya si gitu nomernya)

Ada baju PDH & toga waktu beliau terima gelar doktor honoris causa dari Universitas Pertahanan. Penghargaan yang beliau terima kebanyakan dalam bidang strategi. Banyaaakkk bgt list penghargaannya

Museumnya belum lama diresmikan. Bangunannya baru dan cantik.
Sayang ga bisa diabadikan, kan hp dititipin pak satpam, heheh…

Selesai dr museum kita kembali lagi ke ke gerbang masuk, disambut dengan ‘Lama amat! Yang lain udah pada keluar dr tadi’ dari si pak satpam.

Heheh… maap pak, kami menikmati saat2 di museum.

Bogor juga punya museum bagusloh.

Main yuk…

Jangan lupa siapkan payung atau jaket kalo main ke Bogor, biar kamu ga sakit. Sakit kena virus #BogohKaBogor
See ya! 

BAPER

Raisa – Hamish (tunangan)

Song – Song couple (ngumumin mau nikah)

dan yang paling anyar pasangan Muzammil – Sonia (ga ada angin apa2 batiba foto akad nikahnya seliweran)
3 pasangan yang akhir2 ini bikin ‘baper’ sejagad. bahkan ada meme yg nulis kalo pasangan terakhir malah bikin baper dunia akhirat, bikin hati para akhwat terpotek potek. 

adalah hak azasi mereka untuk merasa patah hati, baper bahkan depresi. ga ada yang bisa mengatur atau memaksa perasaan. 
pertanyaannya, sebenernya apa (siapa kita) yg ngebaperin?

senyum manis wajah rupawan seperti 2 pasangan yg pertama?

atau betapa beruntungnya Sonia dipersunting arsitek yang suara ngajinya merdu?

gejolak darah muda memang agak sulit dimengerti, tapi percayalah, semakin tenggelam dalam lautan baper tak bertepi tiap foto2 mereka seliweran di medsos, semakin pudar glowingmu.
sudah ya…

cukup.

Pride

teman teman alumni pesantren pada upload no. stb (stampbook). semacam id number yang jadi angka keramat. musti dihafal baik baik, kombinasi angkanya plus bacanya in english and arabic (soal no. stb ini jadi sial wajib tiap ujian lisan)

i dont know why.

ga ngerti alasan pastinya. pun ga tau juga siapa yg memulai trend ini. agak sulit melacaknya dari sekian ratus ribu atau mungkin jutaan alumni, apalagi pengguna sosmed.

me?

ga, saya ga ikut ikut upload.

selain ga tau alasan jelasnya, itu data yang private utk saya sendiri.

ga, saya ga lupa no. stb saya. jangankan kombinasi 4 angka itu, id number di ktp yg berderet segitu panjangnya aja saya hafal ko.

ga, bukan berarti saya ga peduli.

saya menganalisa dan menyimpulkan gerakan upload no stb itu adalah bagian dari keberpihakan dan dukungan mereka atas isu yang melanda kyai kami.

memang benar, ada adagium yang berbunyi Gontor perlu dibantu, dibela dan diperjuangkan. 

ada juga yang berbunyi Bondo bahu, pikir, lek perlu sak nyawane pisan. 

ga, bukan berarti saya acuh.

taruhlah saya adalah muslim dengan selemah lemahnya iman yang hanya bisa bersimpuh, menengadahkan tangan seraya memohon kesehatan, kekuatan, penjagaan dan petunjuk Allah atas guru guru kami.

taruhlah saya belum mampu memenuhi satu pun komponen jihad yang disebutkan diatas (tenaga, pikiran, nyawa)

taruhlah saya hanya bisa menuliskan barisan kalimat ini sebagai bentuk kebanggaan dan kepedulian saya.

kebanggaan itu ga pudar hanya karena ga ikut tren kekinian.
dan 1 lagi (kalo yg ini si karena kebanyakan nonton serial detektif, agen rahasia atau mata mata), mengirim data data pribadi untuk konsumsi publik itu riskan. khawatir disalah gunakan orang orang yg ga bertanggung jawab. (sebelum ini ada tren emak emak yg upload data data kelahiran anak mereka)
tanpa bermaksud mendiskreditkan teman teman yang ikut tren kekinian tsb, saya tetap respect sama mereka.

but for me, Pride doesnt have to spill out privacy.

Keep Your Head Down

~

one day, pas lagi ada meeting bulanan di daerah Jalan Baru Bogor dan mau balik ke ‘tempat asal’ di daerah Bogor Tengah. dari sebelum sampe JB (jalan baru) udh mikir mau naik apa ke Kota, secara jalanannya macetosss dan emang masih awam sama rute angkot kota hujan ini. tapi akhirnya si ga jadi mumet, soalnya ketemu teman yg juga mau ke arah yg sama di JB. jadilah kita memutuskan naik jasa angkutan onlen (selain buta arah, kita juga fakir diskonan – sesuatu yg ga mugkin didapat kalo baik angkot- hahaa…)

dan… ngobrol lah kita sama driver nya yg ramah dan rendah hati. gimana ga rendah hati?? kita dibikinin tercengang dengan fakta bahwa driver kita ni sebenernya adalah….. Ranger Merah!!! engga ding 😄. Driver kita ternyata bos konveksi yg seminggu bisa selesaikan pesanan 9000 potong kaos. sadis ga tuh? katanya si, dia cm bantu ayahnya mengembangkan usaha yg udh dirintis… and guess what??? umurnya baru 25 tahun!! nah… sampe sini pasti banyak yg ter wow-wow sendiri. iya kaaaannn???

~

di lain waktu, saya naik angkot dr Cibinong – Simpang Depok. saya duduk di muka, duduk di samping pak sopir yang sedang, mengendarai angkot supaya baik jalannya. si bapak mulai obrolan dengan “neng, kenapa si dari td saya liat orang-orang mukanya pada asem semua? katanya baru pada gajian??? bukannya seneng lagi banyak duit?” saya jawab aja sekenanya “mungkin habis gajian trus gajiannya abis pak!” lah… bapaknya ketawa girang banget, heran… lucunya dimana?

sepanjang perjalanan, bapaknya ceramah… baik si, intinya tentang esensi hidup dan kehidupan. si bapak bilang “kalo orang getol banget kerja cari duit, jungkir balik siang malem sampe kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, tapi pas adzan dia ga langsung wudhu trus sholat, udah jelas kan, tuhan dia apa? ya ntar di akhirat ya dia bakal dikumpulin tuh ama yg dia kejar2 di dunia” jreeennggg… rasanya makjleb! saya manggut2 aja dengerin bapaknya ngomong. yang ga kalah wow sama juragan konveksi tadi adalah… ternyata si bapak asli Betawi. rumahnya yg di Jatinegara di kontrakin. dia punya kios di pasar induk, jualan bawang. di cibinong dia punya rumah sendiri + kontrakan. angkot yang dia pake untuk angkut penumpang punya dia sendiri. 

pas ditanya kenapa milih narik angkot, bapaknya santai menjawab “emang ngapah? pan halal neng, saya juga jadi tenang kasi nafkah anak istri saya di rumah” duh… 

si bapaknya maksimal narik 3 rit. kalo ga narik, beliau di rumah aja atau ikut kajian. trus kan jadi kepo kan sama cara beliau memandang dunia, jadi saya tanya “pak, menurut bapak, kenapa muslim di kota sebelah ga bulat mendukung 1 suara? kan mereka udh diajarin ngaji dr kecil…” mau tau jawabnya apa? “neng, kalo cuma ngaji mah…. banyak yang bisa. masalahnya, ntu ayat abis dia ngaji, dikaji ape kagak? pengajian emang bejibun dimane mane, yg  ga ada mah pengkajian  ilmu nye! jadi neng yee… baek baek jadi orang. jilbab udah lebar, udh bagus pake baju panjang gitu, kudunya mah… ramah juga. jangan jutek kaya mba2 pake jilbab yg onoh. kite samperin dienye mundur, bilang kek kalo ga mau naik, jgn manyun aja tu bibir” (serius ini bapaknya ngomong ini)


ah…

dunia masih dihuni orang2 baik ternyata.kalo ketemu orang kaya gitu kan kesel… kenapa kita belum bisa kaya gitu. 

si mas2 juragan konveksi udh nolongin orang2 dekat dia biar ttp ngebul dapurnya dgn cara bagi2 jatah jahutan baju. si bapak sopir angkot juga greget dgn kesedehanaannya (habis ngobrol sm bapak itu, jadi pengen bikin riset kecil2an  tentang nilai2 keislaman yg ada di kearifan lokal macam2 suku di Indonesia, hush… jangan diketawain

makasi Ya Allah untuk remindernya lewat dua orang ini.


yuk, sama2 memperbaiki diri😊

Be What?

I learn to teach

I learn to give

I learn to share

I learn to love

I learn to smile

I learn to understand

I learn to collaborate

I learn to manage

 

I learn to be…..