Simple Wisdom

Kali ini Rufaidah membuatku terhenyak.
Di sela makan siangnya, tiba-tiba dia berhenti sejenak untuk menyampaikan beberapa kalimat sederhana yang membuatku berkaca-kaca.
“Ustadzah, tau ga, waktu aku di bis pas mudik ke Jogja, aku berdoa loh.” Ujarnya mengawali pembicaraan.
Tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptop, aku membalas sekenanya “Oh ya?! Emang ade baca doa apa di bis?”
Jawabannya benar-benar membuatku menghentikan pekerjaanku sementara.
“Aku berdoa biar keluarga aku yang masih kafir cepet masuk Islam?” Allahu Akbar…
“Memang ade gimana baca doanya?” Telisikku lebih jauh lagi.
“Aku berdoa gini Ya Allah, cepatlah jadikan Papa, Oma sama Opa aku masuk Islam ya… gitu…”
Rasanya air mataku langsung menggenang di pelupuk mata. Aku memintanya untuk mengulang bacaan doanya, sekedar untuk memastikan bahwa aku tidak salah mendengar kalimat-kalimat yang terucap dari bibir mungilnya.

Lalu aku bertanya lebih jauh lagi, “Kenapa ade pengen papa masuk Islam?”
Lagi-lagi jawabannya membuatku terharu “Iya, soalnya kan kalo papa, opa sama oma masuk Islam, aku bisa lebaran bareng papa. Aku sama mama jadi ga diusir lagi deh dari rumah oma. Ustadzah bantuin aku juga ya. Kalo ustadzah habis sholat, baca juga doa kaya aku tadi. Biar papa, opa sama oma bisa kumpul lagi sama aku.”
Doamu lebih didengar Allah sayang, Insya Allah. Jangan putus berdoa ya…

Subhanallah…
Terimakasih sayang, kau mengingatkan kami manisnya nikmat iman dalam Islam.
Terimakasih sayang, kau mengingatkan kami untuk tidak balik membenci orang yang menyakiti dan membenci kita karena ketidak tahuannya.

اللهم ثبت قلوبنا على دينك وطاعتك.
اللهم ثبت قلوبنا على دينك وطاعتك.
اللهم ثبت قلوبنا علي دينك وطاعتك.

ps: rufaidah masuk TK tahun ini.

image

She's on her first year in the kindergarten.