Now and Then

Apa yang ada di pikiranmu ketika kamu melakukan perjalanan keluar kota? Baik untuk mengunjungi teman atau sekedar untuk menemukan suasana baru dari tempat tinggalmu?

Well, 10 tahun yang lalu ketika pertama kali saya menjejak bumi Sumatra untuk sebuah pengabdian yang terlintas di pikiran saya adalah destinasi destinasi wisata dan semua jenis kuliner khas daerah. Belum lagi rasa penasaran untuk melihat langsung kultur yang benar benar berbeda dari tanah kelahiran.

Lantas apa yang akhirnya saya dapat?

Kunjungan kunjungan ke tempat (wisata) baru, rasa lokal yang pertama kali menghampiri lidah dan rasa takjub menyaksikan prosesi adat yang terasa kesakralannya.

Saya lebih banyak mengamati dan melakukan perbincangan personal untuk mendapatkan ‘feel’ nya.

Follow up?

Hm… barely anything significant. heheh… too bad isnt it?

Hanya sebatas kesenangan pribadi saja, memuaskan rasa penasaran, serta menambah kenalan dan menjalin persaudaraan baru.

Saat ini, keinginan mengunjungi tempat tempat baru masih tetap ada. destinasi destinasi impian yang ada di dalam maupun luar negeri terus bertambah.

Jalani apa yang bisa dijalani saat ini.

Dan ketika berkesempatan mengunjungi kota lain, spot of interestnya bukan lagi hanya tentang memuaskan penasaran.

Saya cenderung betah duduk berlama lama di titik keramaian sembari memperhatikan lalu lalang yang ada di hadapan.

Memperhatikan tiap gesture, mimik dan interaksi yang terjadi sembari menerka ‘hidden message’ dari komunikasi non verbal yang tersampaikan lewat gerak gerik mereka.

Apa yang lalu didapat?

Well, saya mesti banyak bersyukur masih diberi kesempatan singgah di beberapa kota di pulau ini. Setidaknya pengalaman berinteraksi dengan orang orang asing dengan latar belakang budaya berbeda menjadi sebuah catatan tersendiri yang pada akhirnya mempengaruhi pola pikir saya. Or at least, that’s what im thinking about me.

And of course…

otak yang mulai terkontaminasi dengan pola pikir pedagang ini juga usil dengan memikirkan tentang bagaimana menjadikan mereka lebih konsumtif😅 dengan pernyataan ‘kayanya di sini belum ada yang pernah tau rasanya Seblak jualanku.’ atau ‘duh mbak… rasanya gemes lihat foundie nya blonteng2 di wajah gegara bercampur keringat. sini saya kasi tau rasanya punya kulit sehat dan awet muda’ haha…

duh, maap!

Tapi terlepas dari itu semua, perjalanan apapun yang dilakukan selalu menjadikan diri merasa semakin kecil di hadapan-Nya. berusaha untuk menjadi besar dengan mencoba lebih bermanfaat untuk orang lain.

خيركم أنفعكم للناس

Semoga ya…😊

Sudut Kota, Awal April 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s